![]() |
| Suasana Penyerahan Alsintan kepada Poktan |
Dailynusantara.id, Landak — Pemerintah Kabupaten Landak menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada puluhan kelompok tani. Penyerahan alsintan yang bersumber dari anggaran tahun 2026 tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Landak, Senin (28/09/2026) siang.
Acara penyerahan alsintan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda Landak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Landak, perwakilan Dinas Koperasi, UKM, Perindag Landak, Kepala BPS Landak, serta perwakilan Camat Ngabang.
Dalam sambutannya, Karolin mengungkapkan bahwa terdapat 20 kelompok tani yang menerima bantuan thresher (mesin perontok padi) dan 20 kelompok tani penerima hand tractor. Ia meminta para petani bersyukur mengingat keterbatasan anggaran daerah yang membuat jumlah alsintan yang dibagikan tahun ini cukup terbatas.
"Sangat sedikit sekali tahun ini karena efisiensi dari pemerintah menyebabkan keuangan pemerintah daerah sangat terbatas. Namun demikian, kita tetap berupaya dan tahun ini masih bisa diupayakan," ujar Karolin.
Karolin menjelaskan, proses pengadaan alsintan tahun ini sempat mengalami keterlambatan akibat penyesuaian harga barang dan bahan bakar minyak (BBM) yang mengalami kenaikan. Hal tersebut berdampak pada penyesuaian belanja di Pemerintah Daerah.
"Jadi sebenarnya jumlahnya sedikit lebih banyak dari ini, tetapi karena ada kenaikan berbagai barang, jadilah didapatnya segitu saja dengan anggaran yang ada. Makanya baru dibagi bulan ini," kata Karolin.
Kepada para petani penerima bantuan, Karolin menegaskan beberapa syarat utama. Ia meminta agar alsintan dipergunakan dengan baik, dirawat secara berkala, dan secara tegas melarang keras praktik jual beli bantuan alsintan.
"Dilarang memperjualbelikan. Ketahuan saya ada yang jual-jual thresher atau traktor, awas saja. Saya catat, tidak bakal ada lagi bantuan-bantuan," tegasnya.
Ia menambahkan, mekanisasi pertanian kini menjadi hal mutlak guna meningkatkan produktivitas hasil tani di tengah perkembangan teknologi. Lebih lanjut, dari total lebih dari 3.000 kelompok tani yang terdata di Kabupaten Landak, belum seluruhnya dapat terjangkau oleh bantuan pemerintah daerah akibat keterbatasan anggaran.
Di akhir sambutannya, Karolin juga menyoroti tantangan cuaca kemarau yang berdampak pada penurunan hasil panen serta kekurangan sumber air.
Ia mendorong para petani untuk disiplin dalam mencatat modal dan hasil usaha tani, melengkapi seluruh berkas administrasi penerimaan bantuan, serta mengoptimalkan lahan yang ada. (Red)
