Susun RKPD 2027 di Tengah Efisiensi, Pemkab Landak Fokuskan pada Tiga Sektor Utama

Susun RKPD 2027 di Tengah Efisiensi, Pemkab Landak Fokuskan pada Tiga Sektor Utama

Editor: DailyNusantara.id author photo
Suasana Musrenbang Kabupaten Landak 

Dailynusantara.id, Landak — Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mulai menyusun strategi pembangunan untuk tahun 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan daya saing daerah. Langkah ini diambil sebagai pondasi untuk mengejar target visi Indonesia Emas 2045 di tingkat regional.

Hal itu menjadi poin utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Landak Tahun 2027 yang digelar di Aula Kantor Bupati Landak, Ngabang, Senin (06/04/2026).

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyatakan bahwa RKPD 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program agar visi Kabupaten Landak yang mandiri, maju, dan sejahtera dapat tercapai.

"Penyusunan RKPD ini harus benar-benar memperhatikan keberlanjutan fokus pembangunan dengan tema mewujudkan masyarakat yang maju dan mandiri melalui penguatan SDM," ujar Karolin di hadapan para pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Bupati memaparkan sejumlah indikator kinerja makro Kabupaten Landak yang menunjukkan tren positif namun masih menghadapi tantangan besar. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat naik dari 69,13 poin pada 2024 menjadi 69,92 poin pada 2025.

Namun, di sisi pertumbuhan ekonomi, Karolin memberikan catatan khusus. Meski tumbuh dari 4,54 persen (2024) menjadi 4,67 persen (2025), angka ini masih di bawah rata-rata pertumbuhan Provinsi Kalimantan Barat (5,39 persen) dan Nasional (5,11 persen).

"Fakta pertumbuhan di bawah 5 persen ini masih jauh dari target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029. Perlu upaya ekstra melalui peningkatan produksi sektor basis dan mendorong hilirisasi industri untuk memberikan nilai tambah produk unggulan kita," tuturnya.

Selain ekonomi, sektor sosial juga menjadi sorotan. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 8,98 persen pada 2024 menjadi 8,90 persen pada 2025. Di sisi lain, angka pengangguran terbuka justru mengalami kenaikan tipis dari 2,22 persen menjadi 2,69 persen pada 2025, yang memerlukan perhatian pada penciptaan lapangan kerja baru.

Untuk tahun 2027, pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan sumber daya yang ada pada tiga fokus utama yaitu sektor agro dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian. Kemudian infrastruktur dengan melakukan perbaikan jalan kabupaten yang menjadi jalur utama distribusi dan terakhir kesehatan dengan membangun pusat pemulihan gizi sebagai bentuk keseriusan menurunkan angka stunting.

Karolin mengingatkan agar penetapan target kinerja dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kondisi geopolitik global.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Landak, anggota DPRD Provinsi Kalbar daerah pemilihan Landak, pimpinan OPD, perwakilan BUMN/BUMD, serta Rektor Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Musrenbang ini diharapkan menghasilkan program prioritas yang mampu menjawab kebutuhan langsung masyarakat Landak.(Red)

Ads vertikal
Share:
Komentar

Berita Terkini