| Suasana Taman Padi Perdana di Lahan Cetak Sawah Rakyat |
Dailynusantara.id, Landak — Pemerintah Kabupaten Landak mulai mempercepat perluasan lahan produktif melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung swasembada pangan nasional. Selain mengoptimalkan lahan tidur, integrasi teknologi modern melalui keterlibatan generasi muda menjadi kunci transformasi pertanian di wilayah tersebut.
Langkah ini ditandai dengan penanaman padi perdana di lokasi CSR yang bertempat di lahan Kelompok Tani Semata Tani Andalan, Dusun Beguruh, Desa Temiang Sawi, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Rabu (8/4/2026).
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyatakan, pembukaan lahan sawah baru ini bukan sekadar upaya meningkatkan luasan baku lahan, melainkan wujud nyata kontribusi daerah dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. Menurut dia, optimalisasi lahan kering dan lahan tidur menjadi sawah produktif akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal proses produksi pertanian yang kita harapkan mampu memberikan hasil maksimal. Kami ingin lahan ini dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat ekonomi yang riil bagi masyarakat," ujar Karolin di sela-sela kegiatan penanaman.
Dalam upaya mencapai swasembada, Pemerintah Kabupaten Landak turut mengadopsi program Brigade Pangan yang digagas Kementerian Pertanian. Program ini mengintegrasikan peran petani lokal, petani milenial, akademisi, hingga penyuluh untuk mengelola lahan rawa dan lahan cetak sawah dengan pendekatan teknologi modern.
| Bupati Landak saat Tanam Padi Perdana |
Karolin menekankan bahwa keterlibatan generasi muda dalam Brigade Pangan sangat krusial untuk mengubah wajah pertanian menjadi lebih efektif dan efisien. "Tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas melalui modernisasi, sehingga sektor pertanian kembali menjadi magnet ekonomi bagi anak muda," tambahnya.
Selain teknis budidaya, Bupati juga menyoroti pentingnya akurasi data di lapangan. Ia menginstruksikan para petugas statistik tanaman pangan untuk melaporkan perkembangan luas tanam secara berkala dan presisi.
"Laporan tersebut adalah indikator kerja kita bersama. Dengan data yang akurat, target tanam yang telah ditentukan menjadi lebih terukur dan dapat dicapai tepat waktu," tegas Karolin.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Landak beserta jajaran dinas terkait berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis dan bantuan sarana produksi kepada kelompok tani yang mengelola lahan CSR tersebut.
Acara tanam perdana ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Balai Perlindungan Tanaman Perkebunan Pontianak, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat, serta jajaran unsur pimpinan daerah lainnya. Kehadiran berbagai instansi lintas sektoral ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam penyediaan infrastruktur pendukung pertanian di Desa Temiang Sawi dan sekitarnya.(Red)