| Bupati Landak saat Memberikan Sambutan Pada Acara Konfercab X WKRI |
Dailynusantara.id, Landak — Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) X Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Salib Suci Ngabang yang digelar di Aula Persekolahan Maniamas Ngabang, Sabtu (11/4/2026) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, bupati menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam mendukung program pembangunan daerah melalui penguatan ketahanan keluarga.
Acara ini mengusung tema "Meningkatkan Peran Wanita Katolik RI Melalui Pemberdayaan Perempuan Dalam Mewujudkan Kesejahteraan". Kehadiran Karolin didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Landak.
Dalam sambutannya, Karolin menyoroti usia WKRI yang kini telah menginjak 102 tahun. Menurutnya, usia seabad lebih merupakan bukti kematangan sebuah organisasi dalam menjalankan visi dan misi di tengah masyarakat.
"Kematangan organisasi ini harus ditunjukkan dengan keberhasilan menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan bersama. WKRI diharapkan mampu membantu mengidentifikasi hingga mengatasi permasalahan masyarakat, meski dalam lingkup terkecil seperti rumah tangga," ujar Karolin.
Lebih lanjut, Karolin memaparkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Landak. Ia mengajak WKRI untuk mengambil peran dalam upaya preventif terhadap berbagai isu sosial yang masih membayangi wilayah tersebut.
Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain pembentukan ketahanan keluarga anti-narkoba, pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), serta edukasi mengenai penggunaan teknologi informasi secara bijak.
"Untuk mengatasi permasalahan yang ada, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. WKRI harus menjalankan perannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan," tuturnya.
Menutup sambutannya, Bupati Landak berpesan agar pengurus yang terpilih nantinya dapat mensinkronkan program kerja organisasi dengan isu strategis pembangunan daerah maupun program gereja. Ia juga mengingatkan agar perbedaan yang ada di tengah anggota dijadikan sebagai modal kekayaan sosial.
"Jadikan perbedaan sebagai potensi untuk bahu-membahu memajukan Kabupaten Landak. Saya berharap pemimpin yang baru dapat membangun kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah demi mengatasi berbagai tantangan di daerah kita," pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Pastor Paroki Salib Suci Ngabang, Ketua Presidium WKRI DPD Kalimantan Barat, Ketua TP-PKK Kabupaten Landak, para Kepala OPD terkait, serta perwakilan dari Pemuda Katolik dan organisasi kepemudaan lainnya.(Red)