Cuci Darah Untuk Pasien Stadium Lanjut, IDI Landak Ajak Deteksi Dini Fungsi Ginjal

Cuci Darah Untuk Pasien Stadium Lanjut, IDI Landak Ajak Deteksi Dini Fungsi Ginjal

Editor: DailyNusantara.id author photo

 

Suasana Program Landak Menyapa di Radio Pemda Landak 

Dailynusantara.id, Landak — Masyarakat Kabupaten Landak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit ginjal kronis dengan menjaga pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal ini menjadi krusial mengingat layanan cuci darah atau hemodialisa kini menjadi salah satu kebutuhan layanan vital di fasilitas kesehatan daerah.

Pesan tersebut disampaikan oleh Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Landak, dr. Pompi, dalam program dialog "Landak Menyapa" yang disiarkan oleh Radio Pemerintah Daerah Landak (Rapela) 105,5 FM, Kamis (23/04/2026).

Sebagai dokter umum yang bertugas di unit Hemodialisa RSUD Landak, dr. Pompi menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap fungsi ginjal. Menurutnya, banyak pasien yang datang ke unit hemodialisa sudah dalam kondisi stadium lanjut, di mana fungsi ginjal tidak lagi mampu menopang metabolisme tubuh secara normal.

"Kesadaran akan kesehatan ginjal harus dimulai dari perubahan gaya hidup, seperti mengontrol asupan garam, kecukupan hidrasi, serta mengelola penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi yang menjadi pemicu utama gagal ginjal," ujar dr. Pompi.

Dalam dialog tersebut, dr. Pompi juga memaparkan kesiapan RSUD Landak dalam melayani pasien yang membutuhkan tindakan cuci darah. 

Keberadaan unit Hemodialisa di RSUD Landak bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas bagi warga lokal, sehingga mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan rutin.

Meski teknologi medis telah tersedia, ia menekankan bahwa pencegahan tetap merupakan langkah terbaik. Pihak IDI Cabang Landak terus berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat guna menekan angka prevalensi penyakit tidak menular di wilayah tersebut.

"Kami berharap melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat lebih peduli untuk melakukan skrining kesehatan secara berkala di puskesmas atau rumah sakit terdekat sebelum timbul gejala yang berat," tambahnya.

Program "Landak Menyapa" edisi ini menjadi bagian dari upaya proaktif Pemerintah Kabupaten Landak dan organisasi profesi kesehatan untuk mendekatkan informasi medis kepada masyarakat melalui saluran komunikasi publik.(Red)

Ads vertikal
Share:
Komentar

Berita Terkini