Panen Udang Galah dan Sosialiasi Ilegal Fishing, Bupati Karolin Ajak Jaga Kelestarian Sungai Landak

Panen Udang Galah dan Sosialiasi Ilegal Fishing, Bupati Karolin Ajak Jaga Kelestarian Sungai Landak

Editor: DailyNusantara.id author photo
Bupati Landak saat Menunjukkan Udang Galah dari Sungai Landak 

Daillynusantara.id, Landak - Bupati Landak Karolin Margret Natasa panen udang galah sekaligus sosialisasi tentang ilegal fishing di Lanting Lancang Kuning, Dusun Hilir Tengah 1, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Jumat (03/10/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak dan puluhan anggota komunitas pemancing serta masyarakat Dusun Hilir Tengah 1.

Pada kesempatan itu Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Komunitas Pemancing Lancang Kuning yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan ini. 

"Tidak hanya panen udang galah, tetapi juga disertai dengan sosialisasi dampak dan hukum illegal fishing yang sangat penting untuk diketahui oleh kita semua," ungkapnya.

Menurut Karolin bahwa praktik illegal fishing atau penangkapan ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan seperti menggunakan racun, setrum, bahan peledak, maupun alat tangkap yang dilarang, akan merusak ekosistem perairan dan mengancam keberlangsungan sumber daya ikan.

"Sesuai Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, disebutkan dengan jelas bahwa setiap orang dilarang menggunakan bahan peledak, bahan beracun, dan/atau alat yang membahayakan lingkungan dalam kegiatan penangkapan ikan. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan pidana penjara hingga 6 tahun serta denda hingga 1,2 miliar," ujarnya.

Bupati Landak saat Panen Udang Galah

Oleh karena itu, lanjut Karolin mari semua bekerja sama menjaga kelestarian Sungai Landak. Harapannya dengan keterlibatan semua pihak, sungai akan tetap terjaga sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

"Sumber daya perikanan adalah warisan bersama yang harus kita jaga dan kelola secara berkelanjutan. Panen udang galah hari ini adalah bukti bahwa kita memiliki potensi ikan udang yang luar biasa melimpah, apabila kita mengelola dengan baik, maka perairan akan memberi kesejahteraan. Namun kita tahu, ancaman illegal fishing masih nyata di sekitar kita," lanjutnya.

Lebih jauh dirinya menekankan pentingnya peran masyarakat, dengan hadirnya komunitas Pemancing Lancang Kuning Pemerintah ingin mendorong komunitas ini menjadi Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan di wilayah Kabupaten Landak.

"Tujuan utama dibentuknya Pokmaswas adalah untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan aktif dalam mencegah praktik perusakan serta pemanfaatan sumber daya perikanan yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Terakhir Bupati Karolin berharap kegiatan panen udang galah ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa menjadi sesuatu yang memberi manfaat luas. 

"Mari kita jaga sungai kita dari kerusakan, kita lestarikan lingkungan daerah aliran sungai, dan kita kembangkan potensi perikanan yang ada sebagai sumber kesejahteraan masyarakat Landak," pungkasnya.(Red)

Ads vertikal
Share:
Komentar

Berita Terkini