![]() |
| Prosesi Penyerahan Benih Padi Kepada Poktan |
Dailynusantara.id, Landak - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak Karolin Margret Natasa bersama Penjabat (Pj) Bupati Landak Samuel menyerahkan bantuan benih padi sebanyak 7.850 ton kepada kelompok tani di tiga kecamatan yakni kecamatan Ngabang, Kecamatan Sengah Temila dan Kecamatan Air Besar yang bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sengah Temila, Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, senin (16/10/23).
Bantuan benih padi tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak sebagai bentuk dari keseriusan pemerintah kepada para petani Kabupaten Landak untuk meningkatkan produktivitas padi.
Karolin mengatakan bahwa HKTI yang merupakan wadah organisasi para petani ini terus mendorong dan memberikan masukan kepada pemerintah agar dapat membuat suatu kebijakan yang tepat untuk para petani salah satu yakni memberikan bantuan benih padi ini.
“Kami dari HKTI selalu bermitra dengan pemerintah. Kita berharap melalui pendampingan dari HKTI, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tetap memberikan perhatian terhadap para petani. Manfaatkan bantuan benih padi dari pemerintah ini untuk meningkatkan hasil produksi padi kita,” ucap Karolin.
Karolin juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Landak yang masih konsisten memberikan perhatian kepada para petani Kabupaten Landak melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Landak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati Landak dan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak yang masih memberikan perhatian untuk pertanian dalam upaya membantu para petani di Kabupaten Landak. Dan untuk diketahui bahwa pertanian ini merupakan penopang utama perekonomian masyarakat Kabupaten Landak,” ungkap Karolin.
Bupati Landak periode 2017-2022 Karolin Margret Natasa mengajak para petani untuk dapat terus mengikuti perkembangan zaman termasuk pada bidang pertanian yang mana saat ini pertanian juga sudah pada masa pertanian modern.
“Saya berpesan kepada para petani untuk terus belajar mengenai perkembangan dunia pertanian, apalagi saat ini kita sudah memasuki zaman pertanian modern. Dan kita Kabupaten Landak sudah membuktikan hal tersebut, dengan menjadikan Kabupaten Landak sebagai daerah penghasil padi tertinggi di Kalimantan Barat,” tutup Karolin.
Pada kesempatan tersebut Cornelis menyampaikan bahwa benih padi adalah salah satu unsur faktor utama keberhasilan dalam sektor pertanian, yang dimana benih yang ditanam itu harus benar-benar benih padi yang telah disertifikasi, telah dinyatakan lulus uji laboratorium.
"Benih yang telah disertifikasi adalah benih yang proses produksinya melalui tahapan system sertifikasi benih dan telah memenuhi standar mutu, baik standar lapangan maupun laboratorium untuk masing-masing komoditi dan kelas benih yang ditentukan. Maka dari itu benih padi yang di taman dapat menentukan keberhasilan dalam pertanian, yang dapat menjaga ketahanan pangan," ujar Cornelis.
Kenapa kita berbicara tentang pangan hari ini, sambung Cornelis, Karena bumi ini akan terancam akibat panas bumi terlalu tinggi, iklim tidak bisa diprediksi, sekarang ini seharusnya sudah musim hujan, tetapi tidak musim hujan, karena dunia sudah rusak, akibat revolusi industri,
"Asap yang di keluarkan dari industri itu tidak bisa bersenyawa dengan atmospher diakibatkan ozon itu sudah menipis, sehingga akibatnya berpengaruh terhadap tanaman, termasuk tanaman pangan," terang Cornelis.
Cornelis menyampaikan bahwa Indonesia sekarang terancam krisis pangan akibat iklim yang tidak menentu, sehingga produksi pertaniannya yang tidak optimal.
"Tetapi ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, salah satunya keragaman pangan, menyediakan banyak jenis tanaman pangan, tidak terfokus pada satu tanaman pangan saja," tutur Cornelis.
Tidak Lupa Cornelis Menyampaikan perkembangan situasi politik nasional yang sangat perlu di sampaikan, yaitu kita akan menentukan nasib Bangsa ini kedepannya, yang sebentar lagi pada 14 Februari 2024 kita akan melaksanakan pemilihan umum.
"Pemilihan umum ini lah yang akan menentukan nasib bangsa ke depan, karena pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota secara serentak, oleh karena itu kita harus memberikan hak pilih, maka dari itu pastikan data pribadi sudah terdata sebagai pemilih," tutup Cornelis.
Pj. Bupati Landak Samuel menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Landak memberikan bantuan benih padi bersertifikat di Kecamatan Sengah Temila.
"Bantuan ini terbatas, tadi Kepala BPP menyampaikan bahwa ada 600 lebih poktan yang ada di Kecamatan Sengah Temila namun hanya 8 kelompok tani yang dapat diberikan bantuan karena keterbatasan anggaran. Saya harapkan kelompok tani yang menerima bantuan benih padi ini untuk memanfaatkan dan menggunakan benih padi ini,” ucap Samuel.
Lebih lanjut Samuel mengatakan bahwa bantuan benih padi ini adalah bentuk kepedulian pemerintah untuk mendukung pertanian khususnya di Kecamatan Sengah Temila.
“Benih padi ini ditanam berulang ulang. Jangan digiling seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Cornelis, Ibu Karolin, dan Pak Kadis karena ini prosesnya panjang dan mahal. Jadi ini memang harus ditanam. Jika memang sudah cukup lahannya bisa diberikan ke kelompok tani lain yang belum dapat untuk ditanam,” pungkasnya.
Samel juga menjelaskan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang sangat vital karena berperan dalam ketersediaan bahan pangan. Apalagi bila melihat situasi saat ini dimana harga pangan terutama untuk komoditas beras mengalami anomali atau kenaikan yang cukup signifikan.
“Mengutip dari berbagai sumber, kenaikan harga ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan akibat kemarau berkepanjangan di beberapa wilayah penghasil beras dan penurunan produksi karena efek El Nino. Oleh karena itu produksi tanaman pangan harus terus kita pacu demi terjaganya pasokan pangan untuk Masyarakat,” terang Samuel.
Samuel juga menyampaikan bahwa keuntungan menggunakan benih bermutu dibandingkan dengan benih lokal yaitu benih bermutu (berlabel) telah memenuhi syarat dan dijamin oleh pemerintah. Benih bermutu mempunyai kemurnian tinggi, sehingga memberikan kepuasan tersendiri bagi petani, pertanaman yang dihasilkan tumbuh serempak maka akan memudahkan pemanenan.
“Kita juga dapat melihat dan merasakan bahwa ada perbedaan antara benih hasil sertifikasi dengan benih hasil panen sendiri. Melalui sertifikasi, akan memberi jaminan terhadap mutu benih, menjamin kepada petani bahwa benih itu asal-usulnya jelas dan tahan penyakit,” jelas Samuel.
Samuel berharap bantuan benih ini dapat bermanfaat bagi kelompok tani terutama untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi khususnya di wilayah Kecamatan Sengah Temila.
"Selain itu juga sebagai stimulasi agar ke depan bapak/ibu sekalian tetap semangat untuk menanam padi demi terjaganya ketersediaan pangan di wilayah kita. Penggunaan benih unggul dengan kuantitas yang memadai dan digunakan secara konsisten dalam setiap usaha tani harus diikuti dengan aplikasi teknologi budidaya lainnya,” ujar Samuel.
Tidak lupa Samuel mengimbau kepada seluruh penyuluh pertanian (PPL) agar terus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada petani kita dalam hal aplikasi teknologi budidaya yang baru dan metode pemupukan berimbang.
“Penyuluh pertanian harus mampu menjalankan fungsinya yaitu sebagai pemberi jalan kepada petani untuk mendapatkan kebutuhan informasi tentang cara bertani atau teknologi baru dalam meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraannya sehingga dapat menimbulkan kesadaran petani agar dengan kemauan sendiri dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Selanjutnya fungsi sebagai jembatan penghubung antara lembaga penelitian dengan petani, pembawa informasi kepada petani, serta pendidik dan pembimbing bagi petani,” tutup Samuel.
Penulis : Reporter
Editor : Tullahwi
